KOMPAS - Selasa, 31 Mei 2011 - Komunitas seni Kota Palembang menolak penggunaan gedung Museum Tekstil sebagai hotel dengan sistem sewa selama 30 tahun. Itu dinilai akan merusak nilai budaya dan sejarah gedung berusia lebih dari 50 tahun tersebut. Unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Senin (30/5), diwarnai orasi dan aksi teatrikal. Aliansi Seniman Menggugat mementaskan proses izin pembangunan hotel yang melibatkan uang investor. Koordinator Lapangan yang juga Ketua Program Dewan Kesenian Palembang, Vebri Al Lintani, mengatakan, alih fungsi plus renovasi hotel itu akan menambah jumlah gedung bernilai budaya dan sejarah yang rusak akibat pembangunan di Sumsel. Rencananya, bekas lahan museum yang dulunya kantor Hindia Belanda itu akan digunakan Heritage Hotel Palembang yang akan dibuka sebelum November tahun ini. Hotel untuk mendukung SEA Games XXVI yang akan mulai pada 11 November mendatang.(IRE)
Museum Gempa Kobe: Tak Sekadar Membawa Kembali ke 17 Januari 1995
21 jam yang lalu


0 komentar:
Poskan Komentar